FAKTOR RISIKO KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR

eka riana, Purnomo Suryantoro, Umu Hani Edi Nawangsih

Abstract


Latar Belakang: Angka kematian balita terutama pada masa perinatal masih cukup tinggi dan menjadi masalah kesehatan baik secara global maupun nasional. Seribu hari pertaman kehidupan adalah periode emas bagi tumbuh kembang seorang anak. Pengawasan kesehatan sebelum dan selama kehamilan serta pada saat kelahiran sangat menentukan kualitas anak yang akan dilahirkan. Pada tahun 2014 tercatat 1131 bayi baru lahir di rumah sakit PKU Muhammadiyah Bantul, dari total kelahiran tersebut 264 (23%) bayi mengalami asfiksia.
Tujuan: Mengetahui faktor risiko kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul tahun 2014.
Metode: Jenis Penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan rancangan Case Control Study. Lokasi penelitian di RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Populasi penelitian adalah seluruh bayi yang dilahirkan di RSU PKU Muhammadiyah Bantul periode 1 Januari-31 Desember 2014. Jumlah sampel 167 kasus dan 167 kontrol. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi-square dan multivariat dengan uji regresi logistik.
Hasil: Dari hasil analisis multivariat ada 4 faktor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia yaitu jenis persalinan tidak normal (OR=2,304; 95%CI= 1,402-3,787; p-value=0,001), ketuban pecah dini (OR=2,040; 95%CI= 1,019–4,083; p-value=0.044), anemia (OR=1,426; 95%CI=1,182–1,720; p-value=0,000) dan jarak kehamilan < 2 tahun (OR=2,458; 95%CI=1,060 – 5,698; p-value=0,036).
Kesimpulan: Jenis persalinan tidak normal, ketuban pecah dini, anemia dan jarak kehamilan < 2 tahun merupakan faktor risiko kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSU PKU Muhammadiyah Bantul tahun 2014.
Kata Kunci : asfiksia, bayi baru lahir, faktor resiko

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Manuaba, 2013. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan, dan KB, Jakarta: EGC.

SDKI, 2012. Survei Demografi Kesehatan Indonesia.

Dinkes Bantul, 2014. Profil Dinas Kesehatan Bantul. Bantul

RS PKU Muhammadiyah Bantu, 2014. Medical Record RS PKU Muhammadiyah Bantul. Bantul.

Lee, A.C., Darmstadt, G.L. & Luke C, M., 2008. Rick Factors For neonatal mortality due to birth asphyxia in southern Nepal. Pediatrics, 121, pp.1381–1390.

Gilang., Notoadmodjo, H & Rachmawati, M.D. 2011. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum (Studi di RSUD Tugurejo Semarang).

Oswyni, G., Vince, J. D & Friesen, H. 2002. Perinatal Asphyxia at Port Moresby General Hospital: A Study Of Incidence Risk Factor and Outcome PNG Med Journal, 43 (1-2): 110-120.

Depkes RI, 2011. Manajemen Asfiksia Bayi Baru Lahir untuk Bidan, Jakarta: Dirjen Binkesmas Depkes.

Swarjana, K., 2013. Metodologi Penelitian Kesehatan, Yogyakarta: Andi Offset.

Kennedy, B.B., Ruth, D.J. & Martin, E.J., 2013. Modul Manajemen Intrapartum, jakarta: EGC.

Biarge, M. M., Sebastian, J. D., Wusthoff, C. J., Mercuri, L., Cowan, F. M. 2013. Antepartum and Intrapartum Factors Preceding Neonatal Hypoxic-Ischemic Encephalopathy.

Sofian, A., 2013. Rustam Mochtar Sinopsis Obstetri : Obstetri Fisiologi, Obstetri Patologi, jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Konishi, M. N., Miyake, H., & Suzuki, S. 2012. Trial Of Labour After Cesarean Delivery as an Indevendent Risk Factor For Intrapartum Asphyxia in Sengleton Deliveries beyond 37 Weeks Gestation. J Nippon Med Sch, 2012;79.

Kiyani, A. N., Khusdil, A & Ehsan, A. 2014. Perinatal Factors Leading to Birth Asphyxia among Term Newborn in a Tertiary Care Hospital. Iran J Pediatr. Oct 2014. Vol 24 (No.5, Pp: 637-642.

WHO. (2006). Report of a WHO Technical Consultation on Birth Spacing., Geneva Switzerland: Departement Of Reproductive Health and Research (RHR) and Department Of Making Pregnancy Safer (MPS).




p-ISSN  2527-6352

e-ISSN 2613-9049


Editor's Address:

AKBID 'AISYIYAH PONTIANAK

 Jl. Ampera No.9 Kalimantan Barat 78121

Telp : (0561) 6655112

Fax : (0561) 6655113

Email : up3m.akbidaisyiyahptk@gmail.com 

JAKIYAH Indexed by: